dialah narator yang memilih bisu
berbicara dalam hati dan bungkam pada kata kata yang keluar dari ucap
dialah aktor yang buruk
ia tak pandai sembunyi dengan aktingnya
dialah yang jadi kuasa atas tubuh ini bergerak
dialah yang mengendalikan airmata yang menetes
lekuk pipi tatkala tersenyum atau menagis
ketika termuntahkan ia akan jadi prase puisi paling romantis bagi muaranya
melebihi kalimat cinta yang terlampir didalamnya
membuat tunduk ego segarang singa
dan mebuat senyum selebar lautan tanpa tepian
ia bernama rindu
salam untumu dan rindu
ku titip ia pada sang mencipta rindu yang tak berujung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar