Kamis, 08 Juni 2017

sajak tanah tinggi

suatu sore aku pernah berjalan disuatu hutan cemara yang riuh dengan hembusan angin dan kicau burung
rerumputan disampingku merunduk menghadap senja yang mullai memudar jadi gelap
ketika itu matahari bernjak meninggalkanku tepat sejajar dengan keningku
perlahan pandanganku hilang jadi gelap
sang surya sembunyi dibalik tebing tinggi yang kokoh
sisakan senja jingga kegelapan yang akhirnya padam oleh malam
sempat aku diam dan termenung karna tak ada lagi hangat
seketika ku putarkan pandangan ku pada rembulan
ya,,indah,
hangatkan malam yang dingin
keindahan tiada habis akan selalu ada dialam ini
mau kah kau suatu ketika kuajak kau berbagi mentari dan rembulan ditempat rahasiaku?
diantara tebing tinggi dan hutan yang gelap
beralaskan tanah dengan 2 cangkir teh hangat ditangan
kita larut hingga fajar terbit lagi
dan lelaplah dalam terik mentari yang hangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar